Membangun karakter anak dan Tips Mendongeng
Oleh : Kak Dodo Motivator anak
Indahnya Belajar Jalan
( Kak Agus Fatah)
Perhatikan anak kita, anak didik kita, anak adik kita, anak kakak kita atau anak om kita dan tante kita yang sedang belajar berjalan.
Dengan susah payah sibalita menegakkan tubuhnya dan berusaha sekuat tenaga coba melangkahkan kaki walaupun gemetar sekujur tubuhnya.
Coba perhatikan apa yang diucapkan oleh kita, yang orangtuanya dan orang – orang disekelilingnya kita saat menyaksikan sibalita dengan susah payah belajar berjalan,
Ayo ...ayo ... ade hebat ! satu …. dua …. tiga. Pinter.!!!
Coba dengar juga komentar nenek dan kakeknya,
E ....e ... e...Cucu nenek sudah bisa jalan ! pinter !!!
Dan segera sang nenek memeluk erat dan mencium cucunya.
Perhatikan juga saat sibalita terjatuh,
Apa komentar kita, orang tuanya dan orang disekelilingnya ?
Aduh ...sakit ya nak, aduh kasihan sini mama obatin cayang !!!
Ngga apa- apa, jagoan !
Dan sang ibu langsung menggendong dan menyusui anaknya
Sambil membelainya dengan penuh kasih sayang
Menyamankan fisiknya yang sakit dan menyamankan perasaan yang kaget itu.
Dan perhatikan pula apa yang terjadi selanjutnya setelah sang bayi nyaman dalam pelukan dan belaian sang ibu.
Maka iapun mencoba belajar berjalan lagi dan semua orang kembali memberikan dukungan kepadanya. Ayo adik hebat ... adik pinter ...!
Dan akhirnya sibalita itu, dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat berjalan berlari, naik sepeda roda tiga dan seterusnya.
Subhanallah ... alangkah indahnya suasana belajar berjalan
Oooo ...alangkah indahnya pula jika suasana belajar berjalan juga berulang kembali diruang – ruang kelas anak-anak kita dirunah-rumah kita.
Pasti ! Anak – anak kita akan belajar dengan nyaman dan bahagia, karena semua orang mendukungnya,
Anak – anak kita akan cepat menguasai pelajaran, karena hatinya nyaman dan ia menjadi bahagia, karena semua orang mengapresiasi keberhasilannya.
Dan saat ia menemukan kesulitan semua orang memotivasinya agar tetap berusaha. Tak ada yang meremehkan atau mengejeknya, sama halnya ketika ia belajar jalan dulu. Alangkah indahnya suasana belajar berjalan
Alangkah indahnya suasana belajar anak-anak kita di sekolah
Jika kita para guru menghidupkan kembali suasana belajar berjalan diruang-ruang kelas
Alangkah indahnya suasana belajar anak-anak kita di rumah
Jika kita para orang tua menghidupkan kembali suasana belajar jalan di rumah, saat mendampingi putra – putrinya mengerjakan tugas sekolah
Alangkah indahnya suasana belajar dilingkungan, jika lingkungan kembali memberikan dukungan yang sama seperti dulu saat sibalita belajar jalan.
Alangkah indahnya suasana belajar
Jika kita hidupkan kembali suasana belajar berjalan mulai Sekarang !
Hal – hal yang berpengaruh terhadap karakter anak.
1. Komunikasi verbal dan non verbal
2. Tahap perkembangan
3. keteladanan
Yang dibutuhkan anak
1. CARING
- PERLIHATKAN PERHATIAN
- JAGALAH SUHU HUBUNGAN
- MENDENGAR AKTIF
2. INTERACTION
- JADILAH SAHABAT
- TANGGUNGJAWAB
- TINGKAH LAKU BUKAN ORANGNYA
- KETAHUI MINAT BAKAT
3. DEDICATION
- POSITIF AKAN PROSES
- PARTISIPASI AKTIF
4. REFLECTIVE PRACTICE
- PAHAM KEKUATAN DAN KELEMAHAN
Tips Mendongeng :
1. Pilih cerita yang baik
2. Kuasai materi cerita
3. Pelajari tokoh – tokohnya
4. Lihat tahap perkembangan
5. Komunikasi Verbal dan Non Verbal
Mendedikasikan diri pada dakwah anak-anak. Kegemarannya mengajar, bercerita siroh, bermain sambil belajar, semua yang berkaitan dengan anak-anak. Dakwah ini akan menjadi ujung tombak mempersiapkan generasi yang bercahaya.
Minggu, 07 Maret 2010
MENGELOLA EMOSI ANAK UNTUK MENUNJANG PRESTASI BELAJAR
( Sharing Pengalaman dunia sekolah&kegiatan anak)
Generasi yang sukses di masa belia sudah banyak contohnya pada generasi terdahulu. Bahkan kalau dilihat generasi itu menjadi sukses tercatat pada usia – usia yang sangat belia. Contoh generasi yang sukses di masa belia :
1. Umar bin Abdul Aziz menjadi presiden di zamannya pada usia 23 tahun
2. Sultan Muhammad Al Fatih menjadi presiden di zamannya pada usia 24 tahun.
Kesuksesan mereka tidak lepas dari pendidikan oleh orang –orang yang berada disekitar mereka. Siapa saja ?. Kesuksesan mereka tidak lepas dari pengelolaan emosinya saat berkembang dari dini usia. Bagaimana mengelolanya?. Kesuksesan mereka di mulai dari prestasi belajarnya. Seperti apa tahapannya ?
Pengalaman, memberikan data tentang keadaan anak-anak sekarang :
1. Ketika banyak konsep sekolah yang menawarkan belajar full day, ketika banyak lembaga bimbel bertebaran dimana-mana, dan lain sebagainya ada kejanggalan pada diri pendidik saat itu bahwa semua permasalahan perkembangan anak dapat di selesaikan dengan Menyerahkan sepenuhnya kepada pengelola.
2. Orang yang berada di sekeliling anak-anak Terlalu keras dan Sering ngomel saat melihat masa eksplorasi anak yang butuh banyak pengalaman nyata.
3. Kurang berpartisipasi dan Menyalahkan saat anak-anak sedang mencoba-coba melibatkan dirinya dalam belajar.
4. Terlalu Minimalis dan Serba Instan saat proses belajar sedang dilalui anak.
5. Waktu yang mepet dan Punya waktu sisa hanya saat ingin melibatkan diri bersama anak.
Emosi tak terkendali, akan menjadi salah satu dampak dari keadaan anak-anak sekarang. Rasa marah yang dimiliki jika tak terkendali perdebatan dan perkelahian akan muncul secara alami. Rasa sedih yang dirasakan tak terkendali kolokan dan depresi akan datang bertubi-tubi. Rasa senang yang dimiliki tak terkendali manja dan ketergantungan hidup akan menghinggapi. Semua emosi perlu di Kelola. Mengelola Emosi akan menunjang prestasi belajar anak-anak.
Teknis Pengelolaan Emosi, banyak kita dapati dalam mata pelajaran, internet, buku – buku referensi, diskusi, seminar, pelatihan-pelatihan. Terkadang ada saja kesulitan yang kita hadapi saat mengelolanya. Anak-anak memainkan emosinya menggunakan tak tik agar segala keinginan emosinya terpenuhi, maka kita pun perlu memainkan tak tik agar keinginan emosi anak itu terkelola. Tak tik yang dilakukan adalah :
1. Perlihatkan perhatian
2. Menjaga suhu Hubungan
3. Mendengar Aktif
4. Menjadi Sahabat
5. Bertanggung Jawab
6. Tingkah laku bukan orangnya
7. Ketahui Minat dan Bakat
8. Nikmati Proses
9. Paham kekuatan dan kelemahan
Sekedar Inspirasi ....
- Kak Dodo-
( Sharing Pengalaman dunia sekolah&kegiatan anak)
Generasi yang sukses di masa belia sudah banyak contohnya pada generasi terdahulu. Bahkan kalau dilihat generasi itu menjadi sukses tercatat pada usia – usia yang sangat belia. Contoh generasi yang sukses di masa belia :
1. Umar bin Abdul Aziz menjadi presiden di zamannya pada usia 23 tahun
2. Sultan Muhammad Al Fatih menjadi presiden di zamannya pada usia 24 tahun.
Kesuksesan mereka tidak lepas dari pendidikan oleh orang –orang yang berada disekitar mereka. Siapa saja ?. Kesuksesan mereka tidak lepas dari pengelolaan emosinya saat berkembang dari dini usia. Bagaimana mengelolanya?. Kesuksesan mereka di mulai dari prestasi belajarnya. Seperti apa tahapannya ?
Pengalaman, memberikan data tentang keadaan anak-anak sekarang :
1. Ketika banyak konsep sekolah yang menawarkan belajar full day, ketika banyak lembaga bimbel bertebaran dimana-mana, dan lain sebagainya ada kejanggalan pada diri pendidik saat itu bahwa semua permasalahan perkembangan anak dapat di selesaikan dengan Menyerahkan sepenuhnya kepada pengelola.
2. Orang yang berada di sekeliling anak-anak Terlalu keras dan Sering ngomel saat melihat masa eksplorasi anak yang butuh banyak pengalaman nyata.
3. Kurang berpartisipasi dan Menyalahkan saat anak-anak sedang mencoba-coba melibatkan dirinya dalam belajar.
4. Terlalu Minimalis dan Serba Instan saat proses belajar sedang dilalui anak.
5. Waktu yang mepet dan Punya waktu sisa hanya saat ingin melibatkan diri bersama anak.
Emosi tak terkendali, akan menjadi salah satu dampak dari keadaan anak-anak sekarang. Rasa marah yang dimiliki jika tak terkendali perdebatan dan perkelahian akan muncul secara alami. Rasa sedih yang dirasakan tak terkendali kolokan dan depresi akan datang bertubi-tubi. Rasa senang yang dimiliki tak terkendali manja dan ketergantungan hidup akan menghinggapi. Semua emosi perlu di Kelola. Mengelola Emosi akan menunjang prestasi belajar anak-anak.
Teknis Pengelolaan Emosi, banyak kita dapati dalam mata pelajaran, internet, buku – buku referensi, diskusi, seminar, pelatihan-pelatihan. Terkadang ada saja kesulitan yang kita hadapi saat mengelolanya. Anak-anak memainkan emosinya menggunakan tak tik agar segala keinginan emosinya terpenuhi, maka kita pun perlu memainkan tak tik agar keinginan emosi anak itu terkelola. Tak tik yang dilakukan adalah :
1. Perlihatkan perhatian
2. Menjaga suhu Hubungan
3. Mendengar Aktif
4. Menjadi Sahabat
5. Bertanggung Jawab
6. Tingkah laku bukan orangnya
7. Ketahui Minat dan Bakat
8. Nikmati Proses
9. Paham kekuatan dan kelemahan
Sekedar Inspirasi ....
- Kak Dodo-
Melejitkan potensi kendalikan emosi
Melejitkan Potensi Sosial/Emosional Anak, Sangat Perlu!
Akhir-akhir ini, banyak guru yang melaporkan banyak anak yang mengalami masalah perilaku di kelas atau di sekolah. Anak-anak ini bermasalah karena anak-anak ini belum terlatih untuk bergaul dengan orang lain, memahami dan menjalankan instruksi, memusatkan perhatian dan menahan dorongan diri atau menunda pemuasan segera.
Kematangan sosial emosional dan juga kualitas motivasi anak jauh lebih penting dan mendukung kesuksesan anak di sekolah dan di masa dewasanya dibandingkan dengan sekedar mengajarkan anak dapat memegang pensil untuk menulis atau membaca. Bukan berarti bahwa perkembangan kognitif tidak penting, tapi semata-mata hanya meningkatkan perkembangan intelektual anak saja tidak cukup.
MEMAHAMI PERKEMBANGAN SOSIAL/EMOSIONAL
ü Perkembangan sosial/emosional yang terpenting selama pra sekolah adalah sosialisasi – proses dimana anak belajar nilai-nilai kebajikan dan perilaku yang diterima di masyarakat. Juga belajar menjadi insan kompeten dan percaya diri
ü Kompetensi sosial dan emosional sangat diperlukan bagi kebahagiaan dan kesuksesan, baik di sekolah dan di dalam kehidupan selanjutnya
ü Karena itu sangat berbahaya jika program prasekolah hanya memusatkan perhatian pada akademis saja dan mengabaikan aspek perkembangan sosial emosional.
ü Anak memerlukan program prasekolah yang fokus pada kesiapan di semua area perkembangan
ü Riset menunjukkan betapa pentingnya kesiapan sosial/emosional dalam kesuksesan siswa di sekolah dasar, dan bahkan kesuksesan di dunia kerja. Anak yang siap sekolah digambarkan seperti ini:
o Percaya diri, ramah, mampu membangun hubungan yang baik dengan teman sebayanya
o Mampu berkonsentrasi dan terus bertahan untuk dapat menuntaskan tugas yang menantang
o Mampu mengungkapkan rasa frustrasi, marah, dan kebahagiaannya secara efektif
o Mampu menyimak instruksi dan memberikan perhatian
ü Kesiapan sosial/emosional terbaik diajarkan dan dipupuk saat anak masih kecil. Usia prasekolah adalah waktu yang paling prima untuk melatih kompetensi sosial/emosional
ü Tiga tujuan perkembangan sosial/emosional selama usia prasekolah:
o Mencapai kemampuan memahami diri sendiri: mengerti dirinya dan mampu berinteraksi dengan orang lain – anak lain dan orang dewasa
o Bertanggung jawab atas perbuatan dirinya dan memahami perilaku orang lain: mengikuti aturan dan rutinitas, menghormati orang lain, dan mengambil inisiatif
o Bertingkah laku sosial: menunjukkan empati dan mampu bekerja sama dengan orang lain, seperti, bergantian dan berbagi
ü Perkembangan sosial/emosional:
§ Usia Tiga Tahun
· Anak usia 3 belajar untuk mempercayai ortu, guru, dan orang dewasa lain dalam hidupnya akan memperlakukan dirinya dengan baik. Rasa percaya pada orang-orang di lingkungannya menumbuhkan rasa percaya diri untuk menjadi mandiri, yang kemudian memberikan rasa bangga karena anak mampu menyikat giginya sendiri, berpakaian sendiri – sama seperti yang dilakukan ortu anak.
· Anak usia tiga ingin orang dewasa tahu apa yang sudah dapat ia lakukan, seperti membantu menyiapkan makan malam atau naik sepeda roda tiga.
· Kompetensi sosial mulai muncul tapi jangan kaget jika tiba-tiba saja anak usia tiga berubah menjadi egosentris dan berorientasi pada dirinya.
o Usia Empat Tahun
§ Anak usia empat sudah dapat menunjukkan kemandirian dan kemampuan bersosialisasi. Anak senang melakukan segalanya sendiri. Anak juga senang meniru perilaku orang dewasa, ia juga suka bermain dengan yang lain, khususnya dalam kelompok tiga atau dua orang.
§ Kemampuannya berteman membuat anak usia 4 mudah berbagi. Apakah ia bermain sendiri atau bersama-sama, anak usia 4 cenderung sangat ekspresif, menggunakan bahasa tubuh dan ekspresi wajah dan kata-kata untuk menyampaikan pendapatnya.
o Usia Lima Tahun
§ Anak usia lima sudah menjadi individu mandiri dan dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Anak sudah dapat diandalkan dan bertanggung jawab serta menikmati penghargaan orang atas keterandalannya.
§ Anak usia lima telah berubah menjadi warga Negara teladan: mampu mengikuti aturan, memenuhi kebutuhannya sendiri, melindungi yang lainnya, bangga pergi ke sekolah, dan umumnya sopan dan bijaksana. Sangat sosial, mereka senang berteman, biasanya memiliki satu atau dua sahabat.
§ Anak usia lima lebih senang bermain kooperatif.
§ Lingkungan sekitar menjadi sangat menarik baginya, anak usia lima senang melakukan perjalanan dan mengeksplorasi lingkungan.
ü Potensi sosial emosional anak mulai dikembangkan dari hubungan anak dengan orang di sekitarnya termasuk ortu, guru, pengasuh dan juga teman sebayanya.
ü Ortu yang meyakini pentingnya anak memiliki perkembangan emosi optimal akan berinteraksi penuh cinta dan mesra dengan anak; menunjukkan perhatian pada perasaan, keinginan dan kebutuhan anaknya; menunjukkan minat pada apa yang dikerjakan anak di rumah atau di sekolah; menghargai pendapat anak; mengungkapkan rasa bangga atas prestasi anaknya; dan memberikan dukungan dan dorongon seperlunya ketika anak sedang mengalami masalah atau tekanan.
ü Anak yang sehat secara emosional akan menunjukkan perilaku bermain positif, mengembangkan persahabatan, dan yang paling penting ia akan disukai dan diterima oleh teman-temannya. Hubungan anak dengan teman-temannya di sekolah memberikan kontribusi pada perasaan positif anak terhadap sekolah dan keterlibatannya dalam belajar di kelas, yang pada akhirnya akan mendorong anak untuk berprestasi optimal secara akademis.
Kemampuan anak untuk dapat belajar dan untuk dapat berfungsi sebagai warga negara yang bertanggung sangat ditentukan oleh perkembangan kompetensi sosial dan kesehatan emosi anak yang telah dimulai sejak lahir dan berkembang pesat saat anak berada pada usia prasekolah. Melejitnya potensi sosial emosional akan mengaktifkan perkembangan kognitif anak.
Referensi
DianeTrister Dodge, Laura J. Colker dan Cate Heroman. 2006. The Creative Curriculum for Preschool. Edisi ke empat. WashingtonDC: Teaching Strategies
Judy Boyd, W. Steven Barnett, etc. 2005. Promoting Children’s Social & Emotional Development Through Preschool Education. New Jersey : National Institute for Early Education Research.
Kumpulan makalah Konferensi I PPPAI (Pusat Program Pembangunan Anak Indonesia ) 2008
Peran itu pun dimainkan di cimandala …
8 – 9 Januari 2010, perkemahan cimandala pun menjadi saksi, kedatangan anak beragam. Namun ada hal yang tidak beragam, kedatangan anak membawa tas dengan perlengkapannya diiringi dengan mimik wajah yang berubah dari wujud aslinya. Layaknya seseorang yang sedang keberatan membawa barang bawaan. Mereka pun satu persatu masuk ke dalam kelas. Celoteh harian mereka pun terdengar bersaut-sautan seiring dengan nuansa aktifitas pagi di kebon maen. Sebagian guru menyiapkan transportasi, perlengkapan, P3K, sebagian lagi mengkondisikan anak-anak untuk pembagian kelompok dan teknis pemberangkatan. PERAN AKTOR pun kami lakukan ....
Semoga Allah meridhoi kegiatan ini ....
Titip anak-anak ya pak, selalu sehat ya bu..., semoga anak-anak semangat ya guru-guru..., sekelumit ucapan pun diberikan oleh orang tua kepada guru-guru saat persiapan pemberangkatan...., Pak ... kita ikut kesana dulu ya... kata-kata ini juga ada saat anak-anak diberangkatkan. Anak-anak pun siap diberangkatkan. PERAN PENGGANTI ORTU pun diamanahkan ....
Semoga Allah meridhoi kegiatan ini ...
Pak...bantuin dong, waduuuh berat nih..., iih diikatnya keras banget, seret aja ah.celoteh anak-anak saat sampai di lokasi. Berlarian menuju tenda yang sudah dipasang, membuka tas yang berisi makanan, mengejar-ngejar hewan kecil di lapangan, ekspresi itu yang mereka lakukan. Perlahan-lahan mereka mulai bergabung bersama teman-teman yang lainnya untuk kudapan. Beraneka macam makanan yang mereka bawa, sesekali ada yang lompat posisi untuk dapat berbagi makanan dengan teman lainnya, celoteh kecil sambil kudapan terus mengalir. PERAN PENGAMAT sedang beraksi ...
Semoga Allah meridhoi kegiatan ini ...
Peluit tanda berkumpul pun berbunyi, kudapan telah selesai. Setiap guru berdiri di depan tenda untuk menyambut kedatangan anak ke tenda perkemahan tempat mereka beristirahat. Satu per satu nama kelompok pun tersebut untuk kelompok mereka, satu persatu juga mereka beriringan memasuki tenda. AWAN, ANGIN, HALILINTAR, KABUT, HUJAN, BADAI sebutan nama kelompok untuk mereka. Setelah mereka menata tas-tas bawaannya satu persatu kembali lagi ke terpal untuk pembukaan acara. 3 surat pilihan yang dibaca oleh generasi peradaban. UFI, FIKRI dan FAUZAH maju dengan semangatnya membaca surat Al Qoriah, Al Adiat dan Al Qodr. Perenungan seorang manusia yang mempersiapkan HARI AKHIR dengan memperbanyak amal dengan kecepatan tinggi secepat KUDA PERANG yang biasa digunakan untuk mengantarkan para sahabat berjuang agar dapat mengamalkan NILAI-NILAI ALQUR’AN. PERAN PENASIHAT SPRITUAL kami ruh kan ...
Semoga Allah meridhoi kegiatan ini ...
Sholat jum’at dan sholat zuhur waktu yang tepat mereka rasakan, saat awan sedikit gelap. Teman-teman kecil mulai terpisah menjadi beberapa kelompok. Kelompok ikhwan melaksanakan sholat jum’at dan kelompok akhwat kajian keputrian. Saat semuanya beraktifitas, gerimis tanda keberkahan Allah pun turun di perkemahan. Namun tak lama dari itu gerimis pun reda. Aktifitas keliling perkemahan, estafet botol dengan memindahkan botol dari tangan satu ke tangan yang lain dengan masing-masing anak menggunakan jaket tebal itu dilakukan setelah sholat dzuhur. Berlarian dan menghias temannya dengan menggunakan bahan alam itu tampak mereka ikuti dengan senyum yang fitrah. Setelah mereka nampak keletihan dan kegerahan, maka segera membuka jaket yang mereka pakai. Wuuiiih adem pak, sejuk pak, angin sepoi-sepoi terasa nikmat. Kicau an anak-anak saling beriringan saat transisi melaksanakan sholat ashar. PERAN FASILITATOR kami laksanakan ...
Semoga Allah meridhoi kegiatan ini ...
Ashar berlalu, do’a-do’a pendek di bacakan, senada dengan itu rasa kantuk dan segera ingin istrahat menghinggapi sebagian teman-teman kecil. Namun kegiatan merasakan dinamika hujan belum dilaksanakan. Merekapun beranjak dari lokasi sholat dan melakukan sedikit gerakan. Sehingga rasa segar mulai muncul kembali. Teman-teman kecil melakukan simulasi ekspresi saat ada hujan batu, hujan gerimis, hujan badai, hujan deras bahkan memindahkan es batu sebagai inspirasi mereka tentang dinginnya hujan es. Permainan ini memang menguras energi mereka, satu lapangan yang besar tanpa sadar mereka berlarian kesana kemari tak terhitung berapa kali atau berapa lama mereka berlari. Suasana mendekati malam mulai menyelimuti bumi perkemahan Cimandala. PERAN PENGARAH kami inspirasikan ...
Semoga Allah meridhoi kegiatan ini ...
Gelap dengan sedikit penerangan yang tak cukup menyinari suasana tenda di lokasi perkemahan bergabung bersama teman-teman SKKM saat mempersiapkan sholat Maghrib, makan malam dan sholat Isya. Kedatangan Orang tua malam itu pun mulai bergiliran. Antusias anak berbeda-beda saat kedatangan orangtuanya. Ada yang menyambut langsung dan berbicara, ada yang sekedar say hello lalu melanjutkan bersama kelompoknya, ada juga sebagian anak yang tidak kehadiran orang tuanya nampak asyik memakan jagung bakar yang baru saja di bakar di malam itu. Huuuu......huuu......huuuu..... suara tangisan seorang anak saat kegiatan penampilan perkelompok. Saat api unggun untuk menyinari suasana itu sudah terbakar. Anak-anak melingkar dan memberikan penampilannya. Anak itu terus saja menangis. Saya pikir anak itu kangen dengan ortu nya dan mau pulang, ternyata sendal nya hilang tak terlihat dengan sinar yang menghilangkan pandangan mata. Diskusi dan memintanya mencari tanpa menangis disaran kan untuk anak itu. Guru pun membantunya untuk mencari sendal yang hilang. Dengan tanpa menangis dan mencari satu persatu sekitar terpal, sendal itu pun diketemukan..oooh senyum anak itu nampak malu-malu saat sendal diketemukan. PERAN PENEMU BARANG HILANG kami iringi ...
Semoga Allah meridhoi kegiatan ini ...
Waktu istirahat pun tiba, anak-anak mulai memasuki tenda nya. Transisi tidur pun beragam. Ada yang memainkan senter yang dimilikinya saat mau tidur, ada yang bolak-balik kamar mandi, ada yang berbincang-bincang kecil, bahkan ada yang menangis lagi...tapi lagi-lagi bukan karena ingin pulang tapi karena piring makannya hilang... J. Guru-guru akhwat dan sebagian guru ikhwan berada di setiap tenda menemani mereka beristirahat, hingga disepertiga malam nampak hujan gerimis mulai menghinggapi. PERAN MOTIVATOR saat tidur kami ucapkan ...
Semoga Allah meridhoi kegiatan ini ...
Cimandala menjadi saksi, kegiatan akhir di perkemahan seiring dengan suasana pagi mulai mendekati. Sholat subuh dan do’a dilakukan bersama, Tracking mengelilingi perkemahan, melewati rumput-rumput, gedung peristirahatan atlit, jalan setapak, bahkan sampai melewati kuburan. Perjalanan itu membuka suasana pagi menjadi terang saat matahari terbit menyinari bumi. Bermain berkelompok, saling berakrab-akraban antar teman. Kejar-kejar belalang, bermain bola, membebaskan mereka menikmati udara pagi. Individu –individu yang fitrah duduk melingkar tanpa terencana menikmati cemilan pagi di terpal itu juga terlihat. Individu yang asyik berbicara dengan kucing, naik ke atas pohon, bermain peran. Nuansa seperti diperkampungan kecil yang di dalamnya hidup semua anak-anak dengan aktifitas yang alami. PERAN PEMBIMBING saat bermain kami aksi kan ...
Semoga Allah meridhoi kegiatan ini ...
GENERASI PERADABAN akan datang, janji Allah tak akan hilang.
GENERASI PERADABAN akan tiba, janji Allah tak akan sirna.
GENERASI PERADABAN akan muncul, dari generasi yang unggul
Peran itu dimainkan di Cimandala ...
Semoga Allah meridhoi kita semua ...
Dahulu kini akan datang
Dahulu ku menjadi guru
kini ku menjadi guru
akan datang pun aku tetap menjadi guru
Menjadi guru melahirkan generasi terbaik yang siap di tiru
kini ku menjadi guru
akan datang pun aku tetap menjadi guru
Menjadi guru melahirkan generasi terbaik yang siap di tiru
Senin, 01 Maret 2010
Catatan Ciwidey
Generasi Ar Rohman generasi Peradaban
Ciwidey menjadi saksi
Ar Rohman (Allah Maha Pengasih)
Mereka berlatih mengatur barang bawaan yang dimasukkan kedalam tas, memahami tema yang akan di pelajari, antisipasi binatang buas, persiapan mental menginap, menjaga kesehatan tubuh, simulasi kedinginan. Tampak senyum, cemberut, kesal, tertawa, marah dan beraneka macam ragam ekspresi saat simulasi dilakukan. Ke alami an mereka telah Allah berikan ( Ar Rohman )
Allamal qur’an (Yang telah mengajarkan Alqur’an)
Do’a-do’a di wiridkan, berdzikir sepanjang jalan, Almatsurat di bacakan setiap pagi dan petang di perkemahan. Mentadaburi keindahan alam, menikmati udara dingin yang menyelimuti badan, mendengarkan kisah surat al Insan ayat 13 tentang dingin yang berlebihan. Sholat wajib dan sunnah dilaksanakan dengan menikmati hadiah Allah yang telah diberikan. Allah telah mengajarkan semuanya ( Allamal qur’an)
Kholaqol Insaan ( Dia menciptakan manusia)
Tidur di dalam tenda bersama kelompok. Dibungkus dengan selimut yang sangat tebal di tambah dengan jaket yang memeluk tubuh – tubuh mereka. Jari-jemari yang tampak putih kedinginan, gerakan gemetar menahan diri dari suhu yang menusuk tubuhnya.Tenda sebagai langit-langit mereka melewati suasana malam. Berjalan bergemetar saat air membasahi mereka, rasa lapar terus berirama dalam perut saat air menyiram. Mereka adalah manusia-manusia yang diciptakan Allah, yang sedang dipertemukan dengan ciptaan Allah yang lain. ( Kholaqol Insaan)
Allamahul Bayaan ( Mengajarnya pandai berbicara)
Kegiatan membuat termometer sederhana, mengenal sebab terjadinya angin, membuat kincir angin, memprakirakan suhu di sekitar, menjelajah hutan, melewati ranting-ranting penghalang, sungai-sungai tanpa pengaman, menikmati perosotan alam, jenis-jenis pepohonan. Semuanya memberikan ilmu baru untuk mereka, kegiatan itu berbicara untuk mereka. Berbicara untuk menjelaskan anugerah Allah yang tak terhingga. Mereka pun berbicara saat melakukannya. Kata-kata kecilpun terucap dari seorang anak: “ seandainya ada pintu yang dapat menghubungkan langsung dari perkemahan ke hutan...oh pasti asyik sekali”, rasa senang, rasa kangen, sampai komentar biasa-biasa saja mereka semua bicarakan ( Allamahul bayaan)
Asyamsu wal qomaru bi husbaan
( matahari dan bulan beredar menurut perhitungan)
3 hari 2 malam terus mereka lalui, meneropong gemerlap bintang diwaktu malam. Nampak bintang –bintang berkilauan tanpa ada yang tertekan. Mereka bebas menyinari bumi tanpa ada rasa iri antara bintang besar dan bintang kecil. Di sisi lain bintang –bintang yang sedang menjadi generasi peradaban mengikuti semua aturan kegiatan, mulai dari kegiatan tadabur alam sampai kegiatan merapihkan pakaian, semua mereka lakukan dengan penuh perhitungan. Saat akhir perjalanan sholat khusuf dilakukan sebagai tanda syukur terhadap Allah atas benda-benda langit yang beredar sesuai perhitungan ( Asyamsu wal qomaru bi husbaan)
Wannajmu wasysyajaru yasjudaan
( Dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk ( kepada-Nya)
Diperjalanan menuju curug melihat aneka macam tumbuh-tumbuhan dan pepohonan. Ada yang menjulur ke atas, kesamping, saling bersilangan dan ada juga yang bertabrakan, mereka melambai-lambai terkena aneka angin. Ada angin sepoi-sepoi, angin sepoi moderat, angin kalem, angin udara ringan, dan lain-lain.tetumbuhan dan pepohonan mengajarkan manusia untuk taat pada Allah. Karena tetumbuhan dan pepohonan pun taat pada Allah ( Wannajmu wasysyajaru yasjudaan)
Wasyamaa a rofa’ahaa wawadho’almiizaan
( Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan)
Keseimbangan jumlah anak laki-laki dan perempuan saat itu, memudahkan pembagian tenda. Yang terdiri dari 6 kelompok yang masing masing adalah 3 kelompok akhwat dan 3 kelompok ikhwan. Bercampurnya mereka dengan beraneka macam gaya kedekatan yang berbeda, membuat mereka berlatih untuk mengiramakan dan menyeimbangkan karakter mereka masing-masing. Safar itu pun mengikat hati-hati mereka untuk saling memahami. Ungkapan kecil dari seorang anak saat ia kembali dari curug :” ”Ooo seandainya aku ceritakan aku foto-foto dahulu di kebun teh ke teman-teman yang lain pasti mereka iri. Aku tak usah ceritakan saja agar tidak timbul ke iri an dari mereka.” Sebuah usaha untuk menjaga keseimbangan karena ia faham karakter teman-teman lainnya. Rasa sombong pun di kesampingkan ( Wasyamaa a rofa ’ahaa wawadho’almiizaan)
Allaa tathghoufilmiizaan ( Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu)
Perjalanan menuju curug banyak sekali rintangan. Rintangan melalui pohon-pohon yang tumbang. Ranting-ranting yang berjatuhan, jembatan yang hanyut, nampak seperti kerusakan alam. Kerusakan alam itu membuat sedikit kesulitan. Kesulitan menuju curug yang terdapat perosotan alam. Perosotan yang menurut sebagian anak adalah kenikmatan menuju curug. Layaknya syurga yang perjalanannya perlu dengan menjaga keseimbangan. Agar segala kesulitan dapat dilalui dengan menjaga keseimbangan ( Allaa tahghoufilmiizaan)
Wa aqiimul wazna bil qisthi walaa tukhsirul miizaan ( Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu)
Nampak anak selalu berkata : Dingin banget...pak..., wuiih. Kalau di depok kalau gerah-gerah banget..., mulai terjadi diskusi antara panas yang berlebihan dan dingin berlebihan. Terlebih lagi ketika mereka menikmati kolam renang. Muka yang pucat kedinginan tampak pada diri mereka. Begitulah Allah dengan mudah menambah dan mengurangi rasa dingin, menambah dan mengurangi rasa panas, menambah dan mengurangi air hujan, menambah dan mengurangi angin yang berputar. Anak-anak belajar menjaga keseimbangan ketika melihat begitu indah Allah menata kebun teh yang bertebaran di alam. Allah menata aliran air di dalam bukit yang mereka lewati. Kesimbangan ini sudah di ciptakan oleh Allah namun masih ada saja yang menguranginya ( Wa’aqiimul wazna bil qisthi walaa tukhsirul miizan)
Wal’ardho wadho’ahaa lil anaam ( Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk-Nya)
Berfoto bersama, melakukan praktek pengamatan cuaca, menikmati makan di keindahan alam, bermain, olah raga, curhat, berlari di alam, teriak, berjalan di pematang, tidur di atas rumput dan di dalam tenda, semua dibentangkan alam ciwidey untuk generasi Ar Rahman Generasi peradaban (Wal’ardho wadho’ahaa lil anaam)
Langganan:
Postingan (Atom)
